Pendahuluan
Konsep Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) merupakan salah satu fondasi penting dalam matematika, khususnya bagi siswa kelas 4 Sekolah Dasar (SD). Pemahaman yang kuat tentang KPK tidak hanya membantu dalam menyelesaikan soal-soal matematika di kelas, tetapi juga bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang soal cerita KPK kelas 4 SD, mulai dari definisi KPK, cara menentukan KPK, hingga contoh-contoh soal cerita yang relevan dan mudah dipahami. Tujuannya adalah untuk memberikan panduan komprehensif bagi siswa, guru, dan orang tua dalam memahami dan mengajarkan konsep KPK.
Apa Itu KPK?

Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dari dua bilangan atau lebih adalah bilangan kelipatan terkecil yang sama dari bilangan-bilangan tersebut. Dengan kata lain, KPK adalah bilangan terkecil yang dapat dibagi habis oleh semua bilangan yang dicari KPK-nya.
Mengapa KPK Penting?
KPK memiliki peran penting dalam berbagai aspek matematika, antara lain:
- Penyelesaian Soal Pecahan: KPK digunakan untuk menyamakan penyebut pada operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan.
- Penyelesaian Soal Perbandingan: KPK membantu dalam menentukan perbandingan yang setara.
- Penyelesaian Soal Waktu: KPK sering digunakan dalam soal-soal yang berkaitan dengan waktu, seperti menentukan kapan dua kejadian akan terjadi bersamaan.
- Pemahaman Konsep Bilangan: Memahami KPK membantu siswa memperdalam pemahaman tentang kelipatan dan faktor bilangan.
Cara Menentukan KPK
Terdapat beberapa cara untuk menentukan KPK dari dua bilangan atau lebih:
-
Mencari Kelipatan:
- Tuliskan kelipatan dari setiap bilangan yang akan dicari KPK-nya.
- Cari kelipatan yang sama dari semua bilangan.
- Kelipatan terkecil yang sama adalah KPK dari bilangan-bilangan tersebut.
Contoh: Tentukan KPK dari 4 dan 6.
- Kelipatan 4: 4, 8, 12, 16, 20, 24, …
- Kelipatan 6: 6, 12, 18, 24, 30, …
KPK dari 4 dan 6 adalah 12.
-
Faktorisasi Prima:
- Faktorkan setiap bilangan ke dalam faktor prima.
- Ambil semua faktor prima yang ada, dengan pangkat tertinggi yang muncul pada faktorisasi bilangan-bilangan tersebut.
- Kalikan semua faktor prima tersebut.
Contoh: Tentukan KPK dari 12 dan 18.
- Faktorisasi Prima 12: 2² x 3
- Faktorisasi Prima 18: 2 x 3²
KPK dari 12 dan 18 adalah 2² x 3² = 4 x 9 = 36.
-
Menggunakan Rumus:
- KPK(a, b) = (a x b) / FPB(a, b), di mana FPB adalah Faktor Persekutuan Terbesar.
Contoh: Tentukan KPK dari 8 dan 12.
- FPB dari 8 dan 12 adalah 4.
- KPK(8, 12) = (8 x 12) / 4 = 96 / 4 = 24.
Contoh Soal Cerita KPK Kelas 4 SD
Berikut adalah beberapa contoh soal cerita KPK yang sering muncul di kelas 4 SD, beserta penyelesaiannya:
Contoh 1: Lampu Berkedip
Dua lampu hias, lampu merah dan lampu biru, berkedip secara berkala. Lampu merah berkedip setiap 6 detik, sedangkan lampu biru berkedip setiap 8 detik. Jika kedua lampu berkedip bersamaan pada detik ke-0, pada detik ke berapa kedua lampu akan berkedip bersamaan lagi?
Penyelesaian:
Soal ini meminta kita untuk mencari KPK dari 6 dan 8.
- Kelipatan 6: 6, 12, 18, 24, 30, …
- Kelipatan 8: 8, 16, 24, 32, …
KPK dari 6 dan 8 adalah 24.
Jawaban: Kedua lampu akan berkedip bersamaan lagi pada detik ke-24.
Contoh 2: Jadwal Kursus
Rina mengikuti kursus matematika setiap 4 hari sekali, dan Budi mengikuti kursus bahasa Inggris setiap 6 hari sekali. Jika mereka berdua mengikuti kursus pada hari yang sama tanggal 1 Maret, pada tanggal berapa mereka akan mengikuti kursus bersamaan lagi?
Penyelesaian:
Soal ini meminta kita untuk mencari KPK dari 4 dan 6.
- Kelipatan 4: 4, 8, 12, 16, …
- Kelipatan 6: 6, 12, 18, …
KPK dari 4 dan 6 adalah 12.
Jawaban: Mereka akan mengikuti kursus bersamaan lagi 12 hari setelah tanggal 1 Maret, yaitu tanggal 13 Maret.
Contoh 3: Kue dan Permen
Ibu akan membuat bingkisan untuk ulang tahun anaknya. Ibu memiliki 24 kue dan 36 permen. Ibu ingin membagi kue dan permen tersebut ke dalam beberapa bingkisan dengan jumlah yang sama. Berapa jumlah bingkisan terbanyak yang dapat dibuat ibu?
Penyelesaian:
Soal ini sebenarnya meminta kita mencari FPB (Faktor Persekutuan Terbesar), bukan KPK. Namun, seringkali soal seperti ini membingungkan siswa. Untuk memastikan pemahaman, kita bisa membandingkan dengan soal KPK.
- Faktorisasi Prima 24: 2³ x 3
- Faktorisasi Prima 36: 2² x 3²
FPB dari 24 dan 36 adalah 2² x 3 = 4 x 3 = 12.
Jawaban: Ibu dapat membuat paling banyak 12 bingkisan. (Dalam soal ini, walaupun soalnya tentang pembagian yang sama, kita mencari FPB, bukan KPK)
Contoh 4: Bel Sekolah
Tiga buah bel sekolah berbunyi secara berkala. Bel A berbunyi setiap 10 menit, bel B berbunyi setiap 15 menit, dan bel C berbunyi setiap 20 menit. Jika ketiga bel berbunyi bersamaan pada pukul 07.00, pada pukul berapa ketiga bel akan berbunyi bersamaan lagi?
Penyelesaian:
Soal ini meminta kita untuk mencari KPK dari 10, 15, dan 20.
- Kelipatan 10: 10, 20, 30, 40, 50, 60, …
- Kelipatan 15: 15, 30, 45, 60, 75, …
- Kelipatan 20: 20, 40, 60, 80, …
KPK dari 10, 15, dan 20 adalah 60.
Jawaban: Ketiga bel akan berbunyi bersamaan lagi 60 menit setelah pukul 07.00, yaitu pukul 08.00.
Contoh 5: Ubin Lantai
Sebuah ruangan berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 48 cm dan lebar 36 cm akan ditutupi dengan ubin berbentuk persegi. Berapa ukuran sisi ubin terbesar yang dapat digunakan agar tidak ada ubin yang dipotong?
Penyelesaian:
Soal ini meminta kita untuk mencari FPB dari 48 dan 36, bukan KPK. Ini adalah contoh soal yang mirip dengan soal KPK tetapi konsepnya berbeda.
- Faktorisasi Prima 48: 2⁴ x 3
- Faktorisasi Prima 36: 2² x 3²
FPB dari 48 dan 36 adalah 2² x 3 = 4 x 3 = 12.
Jawaban: Ukuran sisi ubin terbesar yang dapat digunakan adalah 12 cm.
Tips Mengerjakan Soal Cerita KPK
- Baca Soal dengan Cermat: Pahami apa yang ditanyakan dalam soal.
- Identifikasi Kata Kunci: Cari kata kunci yang mengindikasikan penggunaan KPK, seperti "bersamaan", "sekali lagi", "setiap", dan lain-lain.
- Tentukan Bilangan yang Akan Dicari KPK-nya: Identifikasi bilangan-bilangan yang relevan dalam soal.
- Pilih Metode yang Tepat: Gunakan metode yang paling mudah dan efisien untuk menentukan KPK.
- Tuliskan Jawaban dengan Jelas: Pastikan jawaban yang diberikan sesuai dengan pertanyaan dalam soal.
- Periksa Kembali Jawaban: Pastikan jawaban yang diberikan masuk akal dan sesuai dengan konteks soal.
Kesimpulan
Memahami konsep KPK sangat penting bagi siswa kelas 4 SD. Dengan memahami definisi KPK, cara menentukan KPK, dan berlatih mengerjakan soal-soal cerita, siswa akan lebih siap menghadapi tantangan matematika di masa depan. Artikel ini diharapkan dapat menjadi panduan yang bermanfaat bagi siswa, guru, dan orang tua dalam memahami dan mengajarkan konsep KPK. Penting untuk diingat bahwa soal cerita seringkali membutuhkan pemahaman kontekstual, dan siswa perlu dilatih untuk membedakan antara soal yang memerlukan KPK dan soal yang memerlukan FPB. Latihan yang konsisten dan pemahaman konsep yang kuat akan membantu siswa meraih kesuksesan dalam matematika.

